Jabar. Dailypost.id | Indramayu – Pemerintah Desa (Pemdes) Brondong, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah direalisasikannya program pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di 10 titik strategis yang tersebar di wilayah desa.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah rapat APBDes Tahun Anggaran 2024 yang digelar tahun lalu, di mana masyarakat turut aktif memberikan masukan dan menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan akan pencahayaan yang memadai di lingkungan mereka, khususnya pada malam hari. Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti secara serius oleh Kepala Desa Brondong, Nendy, yang menilai bahwa penerangan jalan merupakan salah satu indikator penting dalam menciptakan rasa aman, nyaman, dan mendukung mobilitas warga desa.
“Program ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah desa dalam mewujudkan Desa Brondong yang terang, aman, dan mendukung aktivitas sosial ekonomi masyarakat, terutama pada malam hari,” ujar Nendy dalam wawancara bersama media ini, Rabu (18/06/2025).
Lebih lanjut, Nendy menjelaskan bahwa sebanyak 15 unit lampu PJU mandiri telah dipasang secara bertahap. Seluruh unit tersebut ditempatkan pada tiang listrik milik PT PLN (Persero), dengan pendanaan bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2025. Penempatan lampu dilakukan di titik-titik yang sebelumnya rawan gelap, minim pencahayaan, serta sering dilalui oleh masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi, ibadah, maupun interaksi sosial.
“Pemasangan lampu jalan ini bukan sekadar penerangan, tetapi juga merupakan bentuk investasi sosial untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan memperkuat rasa keamanan di kalangan masyarakat,” tambahnya.
Selain mendukung kenyamanan dan keamanan lingkungan, pencahayaan yang optimal juga dinilai mampu menekan angka potensi kecelakaan lalu lintas di malam hari, mengurangi tindakan kriminalitas, serta mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi warga yang aktif hingga malam. Oleh karenanya, program ini menjadi bagian penting dari visi dan misi Desa Brondong dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Lampu jalan ini adalah bukti konkret bahwa setiap aspirasi warga kami dengar dan tindak lanjuti. Kami ingin menciptakan desa yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga sejahtera secara sosial,” tegas Nendy.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Desa Brondong atas partisipasi aktif mereka dalam proses perencanaan pembangunan desa, terutama dalam menyampaikan usulan prioritas melalui forum-forum musyawarah desa.
“Saya percaya bahwa pembangunan desa yang berhasil adalah pembangunan yang melibatkan partisipasi warganya. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci utama,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Pemdes Brondong berharap terciptanya lingkungan desa yang terang bukan hanya secara fisik, tetapi juga sebagai simbol dari semangat gotong royong, keterbukaan, dan pelayanan yang maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian, ke depan, Desa Brondong diharapkan dapat menjadi salah satu contoh desa mandiri yang mampu mengelola anggaran secara transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, melalui program-program nyata yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup warganya.
(INOZ)





