Koramil 1610 Krangkeng: Garda Terdepan TNI dalam Mendukung Harmoni Sosial dan Budaya Lokal

Indramayu, 23 Desember 2024 – Dalam upaya memperkokoh hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai kebudayaan lokal, Koramil 1610 Krangkeng kembali menunjukkan kiprah nyata melalui partisipasi aktifnya dalam kegiatan tradisional Unjungan Buyut Gempol di Desa Tegal Mulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan budaya tersebut dilaksanakan pada Minggu, 22 Desember 2024, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta aparatur desa. Babinsa Desa Tegal Mulya, Kopda Saep, mewakili Koramil 1610, hadir dalam acara sebagai wujud dukungan institusional terhadap pelestarian tradisi leluhur.

Peran Koramil dalam Mengokohkan Kebudayaan Lokal

Sebagai salah satu komponen kewilayahan TNI, Koramil 1610 Krangkeng memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga dalam mendukung kegiatan sosial-budaya di wilayah binaannya. Dalam tradisi Unjungan Buyut Gempol, Babinsa Desa Tegal Mulya berperan aktif sebagai mediator sekaligus penghubung antara masyarakat dan unsur keamanan lainnya.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan emosional antara masyarakat dan TNI. Tidak hanya berfungsi sebagai penjaga ketertiban, Koramil juga berperan sebagai fasilitator bagi terciptanya sinergi antar berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, perangkat adat, dan kepolisian.

Kehadiran Para Tokoh dan Elemen Masyarakat

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, turut hadir sejumlah tokoh dan elemen penting, antara lain:

1. Kepala Desa Tegal Mulya, Salamun.

2. Ketua BPD Desa Tegal Mulya, Muhidin.

3. Bhabinkamtibmas, Aiptu Supriadi.

4. Lurah Desa Tegal Mulya, Salud.

5. Perangkat desa dan Panitia Buyut Gempol.

 

Kolaborasi multi-pihak ini mencerminkan adanya sinergi yang kokoh dalam mendukung kegiatan masyarakat yang aman, damai, dan tertib.

Koramil: Pilar Stabilitas Keamanan dan Sosial

Komandan Koramil 1610 Krangkeng menegaskan bahwa pelibatan Babinsa dalam acara ini adalah bagian dari implementasi tugas pokok TNI di wilayah, yakni membantu menciptakan kondisi sosial yang harmonis melalui pendekatan humanis. Tradisi seperti Unjungan Buyut Gempol menjadi wadah strategis bagi TNI untuk menunjukkan kehadirannya yang positif dan adaptif di tengah masyarakat.

Sebagai institusi yang berakar pada nilai-nilai pengabdian, Koramil 1610 Krangkeng secara konsisten mendukung kegiatan yang memperkuat harmoni dan solidaritas sosial. Pelaksanaan acara ini pun berlangsung lancar tanpa hambatan, dengan keamanan yang terjamin hingga akhir kegiatan pada pukul 11.45 WIB.

Mengukir Kebersamaan Melalui Budaya

Kegiatan Unjungan Buyut Gempol merupakan tradisi tahunan yang memiliki nilai historis dan kultural mendalam. Dengan pelibatan Koramil 1610 Krangkeng, acara ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian adat, tetapi juga cerminan dari sinergi antara TNI, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa.

Dukungan aktif Koramil 1610 Krangkeng dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi militer dalam membangun harmoni antara keamanan, budaya, dan masyarakat, yang menjadi fondasi utama bagi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang damai dan sejahtera.

Penulis: BagasEditor: Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hayo !! Jangan Copy", Mending Kopi Darat !