Koramil 1604/Jatibarang: Pengamanan Khusus Kebaktian Malam Natal di Gereja Santo Yusup, Indramayu

Indramayu – Dalam upaya memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Kabupaten Indramayu, Koramil 1604/Jatibarang berkolaborasi dengan jajaran Forkopimda, Polsek Jatibarang, Dinas Perhubungan, dan Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) melaksanakan pengamanan khusus pada acara kebaktian malam Natal yang berlangsung di Gereja Santo Yusup, Jl. Letnan Joni No. 960, Kecamatan Jatibarang, Selasa (24/12/2024) malam.

Acara bertajuk “Kebaktian Malam Natal Raja Damai Lahir di Tengah Kegelisahan” tersebut dipimpin oleh Romo Hairo dan dihadiri sekitar 100 jemaat. Momen ini menjadi simbol penting toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat majemuk Kabupaten Indramayu.

Forkopimda Hadir dalam Pengamanan

Sejumlah pejabat daerah turut hadir untuk memastikan jalannya perayaan berjalan aman dan tertib. Adapun yang hadir di antaranya:

1. Letkol Inf Yanuar Setyaga, S.IP (Dandim 0616/Indramayu)

2. AKBP Ari Setiawan Wibowo, SH, SIK, M.Si (Kapolres Indramayu) beserta jajaran

3. Kapten Inf Sugiyanto (Danramil 1604/Jatibarang)

4. Kompol Darli, SE (Kapolsek Jatibarang)

5. Rori Firmansah (Camat Jatibarang)

6. Haidar, S (Sekmat Jatibarang)

7. Kyai Saroji Bilal, tokoh agama setempat.

 

Keterlibatan Koramil 1604/Jatibarang

Sebagai garda terdepan TNI di wilayah Jatibarang, Koramil 1604/Jatibarang mengerahkan personelnya untuk pengamanan. Personel yang bertugas meliputi:

Sertu Budiarto

Serda Rosid

Sinergi Aparat Keamanan

Selain dari Koramil, pengamanan juga melibatkan jajaran Polsek Jatibarang, Dinas Perhubungan, Unit Intel Dim, dan Forum Bhayangkara Indonesia (FBI). Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan perayaan Nataru berlangsung damai, aman, dan tertib.

Situasi Kondusif

Danramil 1604/Jatibarang, Kapten Inf Sugiyanto, menyampaikan apresiasinya atas dukungan semua pihak. “Pelaksanaan kebaktian malam Natal di Gereja Santo Yusup berjalan dengan aman dan lancar. Sinergitas yang terjalin antarinstansi menunjukkan komitmen kita dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ungkapnya.

Dandim 0616/Indramayu, Letkol Inf Yanuar Setyaga, turut memberikan pernyataan serupa, menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.

Pesan Perdamaian

Tema kebaktian tahun ini, “Raja Damai Lahir di Tengah Kegelisahan,” menjadi pengingat akan pentingnya perdamaian dan harmoni di tengah situasi yang penuh tantangan. Kehadiran para tokoh daerah dan aparat keamanan menegaskan bahwa Kabupaten Indramayu tetap menjunjung tinggi semangat toleransi dan kebhinekaan.

Acara ditutup dengan suasana khidmat dan penuh kehangatan. Perayaan Nataru ini menjadi contoh nyata bagaimana kerjasama lintas institusi dapat menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.

Penulis: BagasEditor: Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hayo !! Jangan Copy", Mending Kopi Darat !